Program Pemerintah Untuk Petani


Berdasarkan laporan dari VOC (Voice of America) 01 Desember 2011.

 “Sejumlah Petani di Jogja Ikut Kursus Tentang Perubahan Iklim”

 

(sumber foto:VOA)

Sektor pertanian kini sangat rentan dengan perubahan iklim. Di masa lalu, bagi petani yang penting ada benih yang bagus, pupuk dan pengolahan yang tepat untuk menghasilkan panen yang baik.Tetapi kini, ada faktor yang begitu mengganggu kerja mereka di luar unsur-unsur itu, yaitu perubahan iklim.

Rasminto, petani yang juga ketua kelompok tani Ngudi Makmur, di Bantul, Yogyakarta adalah satu dari jutaan petani Indonesia yang tidak siap menghadapi perubahan iklim itu. Karenanya, dia bersama puluhan petani lain, mengikuti kegiatan Sekolah Lapang Iklim, yang diselenggarakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Goefisika (BMKG) Yogyakarta seminggu terakhir ini.

Rasminto mengakui, keikutsertaannya dalam kegiatan ini didorong oleh peristiwa dua kali gagal panen tanaman bawang merah, karena ketidakpahamannya pada iklim yang telah berubah.

“Sudah banyak sekali (pengalaman buruk akibat perubahan iklim), dan bahkan kemarin itu karena curah hujan yang begitu besar, di daerah kami mengalami banyak kendala, khususnya pada waktu kita menanam bawang merah itu, dua periode itu pernah kebanjiran. Jadi dua tahun yang lalu itu dua tahun malah kebanjiran terus,” ujar Rasminto.

Sebagai petani tradisional, Rasminto dan juga kebanyakan petani di Jawa lainnya telah memiliki pedoman bertani, yang disebut sebagai Pranatamangsa. Ini adalah panduan pengenalan iklim menurut perhitungan khusus, yang menjadi panduan kapan masa tanam dimulai dan tanaman apa yang sebaiknya ditanam. Namun setidaknya dalam sepuluh tahun terakhir, panduan bertani itu tak lagi cocok digunakan.

Menurut ketua panitia Sekolah Lapang Iklim BMKG Yogyakarta, Toni Wijaya S Si, panduan tradisional itu sebenarnya tepat, namun hanya dalam kondisi iklim yang teratur.

“Akhir-akhir ini, karena kondisi lingkungan yang berubah dan juga dinamika atmosfer yang sangat dinamis maka muncul gangguan-gangguan cuaca, yang mengganggu siklus yang teratur tadi. Jadi petani tetap harus mengenal dan menggunakan pranatamangsa, tetapi untuk mengenal gangguan tadi, kami BMKG memperkenalkan gangguan cuaca baik jangka pendek maupun jangka panjang yang bisa menggangu siklus yang teratur tadi,” kata Toni Wijaya.

Toni Wijaya yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Yogyakarta juga memaparkan, petani di Indonesia sebenarnya sedikit banyak telah menyadari apa dan bagaimana perubahan iklim itu terjadi. Namun sayangnya, kaum petani belum mampu untuk membaca informasi ilmiah mengenai perubahan iklim itu, terutama yang datang dari BMKG.

Toni Wijaya menambahkan, “Masyarakat petani adalah masyarakat yang paling terkena dampak apabila ada perubahan cuaca maupun iklim. Maka kita menyelengarakan Sekolah Lapang Iklim ini untuk membantu mereka lebih mudah memahami informasi iklim dari BMKG, sehingga mengurangi dampak yang kurang baik dari adanya kondisi iklim yang cenderung berubah-ubah ini.”

Selain diikuti langsung oleh petani dari berbagai wilayah di Yogyakarta, kegiatan ini juga diikuti oleh penyuluh pertanian. Diharapkan pemahaman mengenai perubahan iklim akan disebarkan kepada para anggota kelompok tani, sehingga mereka lebih bisa memanfaatkan data ilmiah mengenai iklim yang dikeluarkan oleh BMKG.

 ===========++++++++===============++++++++++=====================++++++++

 Ulasan:

Yang jadi pertanyaan adalah Apa yang sebenarnya harus dilakukan pemerintah untuk membantu para petani??

Kita bisa liat dipedesaan-pedesaan, banyak kalangan petani bahkan hampir seluruhnya adalah mereka yang tidak melanjutkan jenjang pendidikannya, dalam artian lain mereka bekerja sebagai petani dilandasi karena tidak adanya keterampilan lain yang mereka miliki. Jadi tidak mengherankan bila wajah para petani kita hidupnya begitu-begitu saja. Hasil akan Sangat berbeda bila para petani yang ada dipedesaan-pedesaan adalah para lulusan S1 atau jenjang yang lebih tinggi, selain bisa lebih produtif para petani yang cerdas juga akan membukakan lapangan pekerjaan, sehingga hal ini juga malah akan memajukan perekonomian dan mengurangi pengangguran.

Akan tetapi, fenomena yang terjadi dilapangan ialah sangat minimnya para pemuda yang minat akan bertani, mereka menganggap bahwa petani adalah pekerjaan yang rendahan, pekerjaan yang membutuhkan tenaga serba extra, pekerjaan yang kotor, bahkan para petani sendiripun ketika anaknya akan melanjutkan jenjang pendidikan di perguruan tinggi, sangat jarang dari mereka yang menyuruh untuk kuliah di jurusan pertanian misalnya. Ini bisa kita lihat di banyak universitas yang mempunyai jurusan pertanian, bahkan beberapa jurusan pertanian yang dulunya terbagi-bagi dalam beberapa jurusan kini mereka sudah dilebur menjadi satu sebagai contoh adalah Program Studi Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman, Program Studi Agronomi, dan Program Studi Ilmu Tanah dilebur menjadi satu program studi dengan nama Program Studi Agroekotekhnologi seperti yang diungkapkan dalam  harianhaluan.com.  Dan ini pula bisa kita liat dari hasil pencarian yang beritakan oleh berbagai media baik cetak maupun elektronik. Klik disini.

Perkembangan suatu negara tidak bisa dilakukan hanya oleh seorang diri saja, melainkan semua kalangan harus bertindak. Selain itu pula baik itu pemerintah maupun pihak-pihak lain diharapkan agar bisa membantu petani, dan memberikan pengertian yang positf tentang image petani di para generasi muda saat ini. Salah satu pelatihan tersebut merupakan suatu langkah yang sangat baik demi kemajuan perkembangan ekonomi negara kita pada khususnya para petani. Namun bila pelatihan bagi para petani hanya seputaran mengetahui cuaca, itu saja belum mencukupi. Alangkah bagusnya juga bila para petani di indonesia diberi perangkat teknologi seperti komputer/laptop dan jaringan internet, serta cara menggunakannya. Karena selain bisa mempermudah untuk mengakses pengetahuan baru bagi para petani, juga bisa belajar langsung secara autodidak melalui internet cara-cara bertani, dan bercocok tanam yang baik. Secara tidak langsung hal itu akan membantu petani terutama untuk memproduksi hasil panen yang melimpah, dan lebih baik.

Tidak bisa dipungkiri lagi bila internet pada hari ini sudah harus dijadikan sebagai kebutuhan bukan sekedar keperluan. Penggunaan kearah yang positif akan sangat bermanfaat bagi semua sektor, baik itu pertanian, pendidikan, sosial, kesehatan, industri dan sektor-sektor yang lainnya.

 Silahkan mencoba mengetikkan kata kunci seperti dibawah ini pada google dan lihat perbandingan yang terjadi antara petani di indonesia dengan petani negara lain.

site:com petani indonesia

atau klik disini dan disini

site:com petani jepang

atau kllik disini  dan disini

About afauzi007

Saya skarang sementara kuliah di Unismuh Makassar, jurusan bahasa inggris angkatan 2007. Hobby saya membaca, Browsing, Memancing, Olah raga (ya View all posts by afauzi007

16 responses to “Program Pemerintah Untuk Petani

  • Ridha Edsa

    good..
    kbnyakan petani d negara kita tidak brpendidikan, pngetahuannya jg masih sangat minim, jdi program tsb pasti sangat bermanfaat..

  • Rezq Trikiya

    really good…..

    program ini akan membantu para petani,…..

  • Anwar Halim

    lebih tepatnya, sharing, toh petani kita juga sudah terbiasa membaca cuaca dan iklim . . . tinggal bagaimana memberi ruang berpendapat bagi mereka

  • muntu

    tanpa petani kita tidak bisa hiup…sejahterakan lah para petani kita

  • masyudi

    usulan nih
    , 1) informasi dari BMKG di sosialisasikan ke petani,dgn petugas dari BMKG untuk mengetahui perubahan iklim
    , 2) Di bentuk duta pertanian di masing2 daerah oleh pemerintah minimal lulusan s1 yg paham betul ttg pertanian utk penyuluhan dan pengaduan bagi petani ttg pertanian
    , 3) Di bangun lab pertanian di masing2 dareah ,utk pengembangan bibit dgn cara modern ,biar g beli bibit dari luar negeri
    , 4) Pupuk organik
    ,5 ) Pasar , jgn ada penjualan dgn sistem ijon ,hidupkan kembali KUD

    trims

  • shony

    oke juga ulasanya….seperti halnya sy juga krj d pertanian neh…?? heheheh
    tpi pemerintah udh mmbantu smaksimnal mgkin demi kemakmuran petani…seyogyanya petani juga mmbntu pemerintah informasinya trkait kendala apa yg ada di lapangan serta tidak etis klo myalahkan kinerja pemrintah gtu…..

  • marwan aja

    klo ngmongin masalah ini lebih baik dimusyawarahkan di desa setempat…bersama para petani dan rt rw nya….stelah mendapatkan musyawarah mupakat…cobalah para petani dan bimbingan rt rw beserta kepala desa terjun ke lokasi agar smua msalah ini bisa dislesaikan secara gotong royong…betul tidak…..

    • afauzi007

      marwan: Iya,, betul untuk memajukan perekonomian dan kesejahteraan warga masyarakat tdk bisa dilakukan kalo hanya sendiri,, harus ada sinergi antara atasan dan bawahan..
      @Shony: Sebenarnya banyak program pemerintah yang sangat bagus dan menunjang masyarakat,, tapi kendlanya adalah para pelaku yang menjalankan prakteknya itu,, tdk jarang kita dengar, danax tadinya segitu,, ehh tiba2 jadi segini..Ha,, ini masuk ulasan tentang politik ni..
      @masyudi: Wah, perlu dipertimbangkan juga,, rata-rata skarng petani kita terutama yang ada dipedasaan, contohnya didesa sy sendiri yaitu cendana putih, mereka seluruhnya menggunakan pupuk kimia,, dan sy baru perhatikan belum lama ini,, tanah dikampung tu pada tandus dan tanaman sangat sulit untuk berbuah,, mungkin perlu juga diadakan sosialisasi gerakan menanam dng pupuk organik.

  • hanang

    sip? itu memang salah satu peningkatan mutu petani …. tapi sebaiknya pemmerintah juga harus serius dalam memberikan trainingnya melihat antusiasme petani yang begitu besar … jangan buat para petani kecewea hanya karena dibohongi oleh pemerintahnya sendir *bapak saya juga petani* hahahah😀

  • wawan saputra (@wawansaputra20)

    Ulasan ini sangat bagus… karena berhubungan dengan masyarakat Indonesia… pa lagi topiknya mengenai petani… yang notabenenya indonesia merupakan daerah agriculture… top dah…

  • Iful Sang Pemimpi

    petani harusnya di beri pendidikan tentang pertanian supaya menghasilkan hasil panen yang melimpah untuk rakyat indonesia supaya kita g usah ambil beras impor…….

  • nurlina

    pemerintah sebaiknya mengutamkan kesejahteraan petani dengan melengkapi infrastruktur di bidang pertanian,,,:)

  • susan

    bagus..bagus..kita sebagai generasi muda memang harus peka terhadap lingkungan kita….apalagi ini sangat bermanfaat bagi lingkungan kita utamanya para petani yg sangat berjasa bagi perut kita…
    …tingkatkan karya-karya kita untuk sesuatu yang bermanfaat….cayooo……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: